Langsung ke konten utama

Dialah lelakiku




Dia laki-laki yang menjadi cinta pertamaku
Dia yang kasih sayangnya tak pernah usai
Dia laki-laki yang paling tidak ingin melihatku kecewa
Dia yang selalu berusaha untuk menuruti kemauanku
Dia lelaki yang selalu sabar menghadapi diriku meski dengan segala keegoisanku
Biar bagaimanapun aku menjadi manusia yang lebih beruntung dibandingkan sekian juta manusia
Diluar sana, yang memiliki sosoknya tapi tak hadir dikehidupannya
Tapi dia selalu ada disaat aku membutuhkannya
Bersamanya aku merasa nyaman,
Ayah….
Dirimu mengisi hatiku saat sosok laki-laki yang namanya tertulis di lauhil mahfuz sana belum hadir dikehidupanku
Aku beruntung karna dirimu begitu menyayangiku dengan sepenuh hatimu
Meski seringkali sikapku menyakiti hatimu
Perhatianmu bagaikan selimut untukku, begitu menghangatkan
Sehingga aku tak perlu mencari perhatian dari laki-laki diluaran sana
Ayah….
Engkau tetap memperlakukanku layaknya anak kecil
Meski saat ini aku berada dimasa peralihan dari remaja menuju dewasa
Tapi engkau selalu menganggapku seperti anak yang baru lulus TK
Ayah…
Engkau orang yang pertama khawatir saat senja hari aku belum berada dirumah
Berulang kali kau mencoba menghubungiku lewat ponselmu
Tapi aku sering kali tak mengangkat telpon darimu
Yang membuat rasa khawatirmu semakin menjadi-jadi
Ayah…
Engkau bukan lelaki yang berpendidikan tinggi
Bukan laki-laki yang kaya raya
Bukan orang yang pintar juga dalam hal agama
Ayah…
Engkau mendidikku dengan caramu sendiri
Bukan dengan teori parenting, aku tau engkau tak mengerti akan hal itu
Tapi, kasih sayang yang kau berikan sungguh luar biasa
Terima kasih engkau telah menjalani peran ayah dengan seutuhnya
Hadir secara fisik dan juga psikis
Diluar sana banyak yang merasa yatim sebelum waktunya,
Karna ayahnya hanya ada wujudnya tapi sosoknya tak hadir dikehidupan anaknya  
Ayah…
Maafkan anakmu ini, yang seringkali melukai perasaanmu
Seringkali melawan akan perintahmu
Seringkali membuatmu kecewa
Aku selalu meminta agar Allah selalu melindungimu
Karna Allah sebaik-baik pelindung.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMUL HUZNI

Hari itu, sekitar 11 bulan yang lalu,tepatnya  21 juli 2022 saya sah menjadi seorang piatu. Ya ibu meninggalkan kami, sebuah luka kehilangan yang membuat setengah jiwa saya melayang, tak terbayangkan sebelumnya ternyata sesakit ini ditinggalkan orang yang tersayang.         Hari kamis pagi, saya sudah izin ke orang rumah bahwa akan pulang sore karna ada Raker disekolah, saya sudah berpesan kalo mau shalat nanti wudhunya sama nenek saja. Sejak ibu sakit semakin parah saya berperan sebagai suster, tukang salon, kadang jadi koki, jadi penceramah semua saya lakuin, mungkin beliau nyamannya dengan anak perempuannya, jadi semuanya itu maunya dilayani sama saya, sebagai anak perempuan terbesarnya. Hari itu saya tiba dirumah selepas ashar, sampai dirumah tidak langsung masuk kedalam rumah, karna merasa lelah banget, saya tiduran dibangku panjang didepan rumah. Dari dalam rumah ibu manggil,Cuma tidak saya hiraukan karna mau ngelurusin badan dulu yg lel...

Tahsin

Perjalanan gue untuk mengenal huruf Alif dan teman-temannya gak pendek, bahkan sampai detik ini pun gue masih terus mencoba untuk mengenalnya. Ternyata gak mudah untuk mengenalnya bahkan sekedar untuk menyebut namanya. Selalu dan selalu kurang pas dalam penyebutannya. Tapi apa itu membuat gue berhenti untuk mengenalnya?? Ternyata gue malah semakin tertarik untuk terus belajar.   Semakin di pelajari gue semakin merasa bodoh.   Bukan malah ngerasa pinter. sebab banyak banget hal yang baru gue tau, ketika gue semakin mendalaminya. Apa yang gue dapat disekolah ternyata masih mentah banget, gue gak tau secara mendetail apa itu hukum-hukum tajwid dan kaidah membaca Al-Qur’an.   Postingan kali ini gue mau ngebahas tentang pengalaman gue belajar tahsin. Belajar memperbaiki bacaan Qur’an gue.   Dulu pertama kali gue belajar ngaji diajarin mamang gue, teknik belajarnya   yang penting bisa bacanya tanpa memperdulikan makhraj dan sifat hurufnya. Padahal dua ...

Sepucuk surat untukmu yang telah dipersiapkan-Nya untukku

Assalamu’alaikum…. Apa kabar kamu disana?? Aku selalu berharap kamu selalu baik-baik saja dan dalam lindungan-Nya. Apa kabar imanmu hari ini?? Maaf ya, kalo aku banyak bertanya, sebab aku tak tahu apapun tentangmu, maka dari itu banyak yang ingin kupertanyakan kepadamu, termasuk kabar dirimu dan kabar imanmu 😊 Aku hanya ingin tahu banyak hal tentangmu, agar aku bisa belajar menjadi pendampingmu yang baik, tahu apa kesukaanmu, tahu apa yang kau tak suka, agar saat nanti kita bersama aku bisa cepat menyesuaikan diri. Oh iya, maafkan aku ya, sekarang ini aku tak pernah menyebut satu nama yang special dalam do’aku, sebab aku takut nama yang ku sebut bukan nama itu yang telah dipersiapkan-Nya. aku takut malah menyebut nama orang lain. Aku takut menyesal saat kita bersama nanti, ternyata bukan kamu yang ku doakan secara special dalam masa penantian ini. Aku takut merasa bersalah jika jodohku sendiri tak ku doakan, maka dari itu sekarang ini aku tak mau menyebut...